HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TRISEMESTER III DENGAN KEPATUHAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC) DI DESA SINGARAJA WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PLUMBON INDRAMAYU

Authors

  • Cucu Nurmala Program Studi Sarjana Kebidanan STIKes Indramayu, Jawa Barat, Indonesia
  • Nanda Yansih Putri Program Studi Sarjana Kebidanan STIKes Indramayu, Jawa Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55541/emj.v9i2.451

Keywords:

Pengetahuan, Ibu hamil, Trimester III, Kepatuhan, Antenatal Care

Abstract

Latar Belakang: Asuhan antenatal (ANC) merupakan layanan kesehatan yang bersifat esensial bagi ibu hamil untuk memastikan kesehatan ibu dan janin sekaligus mencegah timbulnya komplikasi selama kehamilan. Akan tetapi, kepatuhan ibu hamil dalam menjalani pemeriksaan ANC dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu hamil. Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan ibu untuk pemeriksaan kehamilan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil trimester III dengan kepatuhan pemeriksaan antenatal care di Desa Singaraja Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Plumbon Indramayu. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelatif dan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester III di Desa Singaraja sebanyak 30 orang, teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan buku KIA untuk menilai kepatuhan pemeriksaan kehamilan. Analisis data analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (56,7%), namun mayoritas responden tidak patuh dalam melakukan pemeriksaan antenatal care sesuai standar Kementerian Kesehatan (76,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,030 (p ≤ 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu hamil trimester III dengan kepatuhan pemeriksaan antenatal care. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan yang dimiliki ibu hamil selama trimester ketiga dan kepatuhan mereka terhadap pemeriksaan antenatal. Ibu hamil yang memiliki pengetahuan yang lebih baik cenderung melakukan pemeriksaan ANC dengan lebih rutin dibandingkan dengan ibu hamil yang memiliki pengetahuan yang kurang atau cukup.

References

Trinesa D, Arif Y, Murni D, et al. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan handover perawat. Jurnal Endurance. 2020;5(3):448-457.

Ovari I. Hubungan pelaksanaan metode komunikasi: Situation, Background, Assesment, Recomendation (SBAR) saat timbang terima tugas keperawatan dengan kepuasaan kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Solok. Jurnal Kesehatan Perintis. 2019;2(2):133-141.

Supinganto A, Mulianingsih M, Suharmanto S. Identifikasi komunikasi efektif SBAR (Situation, Background, Assesment, Recommendation) di RSUD Kota Mataram. Stikes Yarsi Mataram. 2019;5(2):1-9.

Sudresti N, Mustriwati KA, Oka M, Kamayani A. Hubungan penggunaan komunikasi SBAR dengan kualitas pelaksanaan bedside handover. Community of Publishing in Nursing. 2019;5(2):73-80.

Rahmawati WD, Sukmaningtyas W, Muti RT. Hubungan antara jenis kelamin dan program studi dalam mempengaruhi pengetahuan bantuan hidup dasar pada mahasiswa. Borneo Nursing Journal (BNJ). 2022;4(1):18-24.

Kesrianti AM, Rantisari AMD. Faktor yang mempengaruhi komunikasi saat handover di ruang rawat inap Rumah Sakit Universitas Hasanuddin. J-HEST. 2022;3(2):114-120.

Nursalam. Metodologi ilmu keperawatan. Edisi 4. Jakarta: Salemba Medika; 2015.

Hilda H, Noorhidayah N. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan komunikasi. Mahakam Nursing Journal. 2020;2(1):9-17.

Mairestika S, Setiawan H, Rizany I. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan timbang terima. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan. 2021;4(1):1-10.

Nasrianti N, Mulyati M, Setiawati S, Asmirajanti M, Irianto G. Pelaksanaan handover perawat dengan komunikasi SBAR pada pelayanan keperawatan. Jurnal Keperawatan Silampari. 2022;6(1):356-365.

Astuti N, Ilmi B, Wati R. Penerapan komunikasi Situation, Background, Assesment, Recomendation (SBAR) pada perawat dalam melaksanakan handover. IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices). 2019;3(1):42-51.

Sihombing JES. Analisis penerapan komunikasi metode SBAR (Situation, Background, Assesment, Recommendation) dalam handover di RSUD Dr Pirngadi Medan Tahun 2020. Jurnal Keperawatan. 2020;12(1):15-22.

Hardini S, Harmawati H, Wahyuni FS. Studi fenomenologi: pelaksanaan komunikasi SBAR pada saat timbang terima di bangsal bedah dan interne RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Medika Saintika. 2019;10(2):53-60.

Tatiwakeng RV, Mayulu N, Larira DM. Hubungan penggunaan metode komunikasi efektif SBAR dengan pelaksanaan timbang terima (handover) systematic review. Jurnal Keperawatan. 2021;9(2):77-85.

Simamora RH. Pelatihan komunikasi efektif untuk meningkatkan efikasi diri perawat dalam pelaksanaan identifikasi pasien. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat. 2020;12(1):49-54.

Akhun N. Pintar akreditasi SNARS edisi 1.1 Pro 20.10. Profesional. Jakarta: Khulyan Media; 2020.

Agung S, Pratiwi A. Efektivitas komunikasi SBAR pada saat handover pasien di ruang ICU. Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas. 2021;5(2):89-98.

Cahyono A, Suhariyanto S. Pelaksanaan timbang terima pasien berdasarkan metode SBAR di ruang perawatan intensif rumah sakit. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan. 2020;3(1):22-29.

Hariyati RTS, Afifah E. Optimalisasi penerapan SBAR dalam pelaksanaan operan jaga perawat guna meningkatkan keselamatan pasien. Jurnal Manajemen Keperawatan. 2022;7(1):45-53.

Lestari P, Hidayat R. Hubungan penerapan komunikasi SBAR dengan kualitas timbang terima perawat di ruang kritis dan kegawatdaruratan. Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah. 2023;6(2):112-120.

Nurbaya S, Jafar N. Pengaruh role play SBAR terhadap peningkatan keterampilan komunikasi perawat saat handover di ruang Intensive Care Unit (ICU). Nursing Inside Community. 2021;4(1):15-23.

Oktaviani E, Wulandari R. Hambatan pelaksanaan komunikasi efektif SBAR pada timbang terima perawat di rumah sakit tipe C. Jurnal Keperawatan Indonesia. 2022;25(2):88-95.

Permatasari D, Widodo A. Evaluasi kepatuhan perawat dalam melaksanakan komunikasi SBAR pada handover antar shift di era pandemi. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia. 2020;8(2):104-111.

Setiawan A, Kusuma W. Korelasi komunikasi efektif SBAR dengan insiden keselamatan pasien pada proses handover di ruang ICU. Jurnal Keperawatan Terpadu. 2023;5(1):34-42.

Sitorus R, Panjaitan R. Analisis faktor demografi dan masa kerja yang mempengaruhi pelaksanaan handover SBAR di ruang perawatan kritis. Jurnal Keperawatan Suaka Insan. 2021;6(1):55-62.

Downloads

Published

2026-10-31