FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOBILISASI DINI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT AR BUNDA PRABUMULIH

Authors

  • Riri Pusphita Universitas Dehasen Bengkulu
  • Berlian Kando Sianipar Universitas Dehasen Bengkulu
  • Kartika Murya Ningrum Universitas Dehasen Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.55541/emj.v9i1.410

Keywords:

Pengetahuan, tingkat nyeri, kecemasan, motivasi, mobilisasi dini

Abstract

Latar Belakang: Menurut WHO (2021) jumlah klien yang menjalani tindakan operasi mencapai angka peningkatan yang sangat signifikan setiap tahunnya. Diperkirakan setiap tahun ada 165 juta tindakan bedah dilakukan di seluruh dunia. Tercatat di tahun 2021 ada 234 juta jiwa klien di semua rumah sakit di dunia. Tindakan operasi/pembedahan di Indonesia tahun 2021 mencapai hingga 1,2 juta jiwa. Tingkat kemandirian pasien pada pemulihan paska bedah merupakan indicator keberhasilan intervensi keperawatan yang dinilai dari kapasitas kemampuan fungsional pasien  Metode: Metode yang digunakan adalah jenis penelitian secara deskriftif analitik dengan menggunakan desain cros sectional data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner pada 47 pasien post operasi section caesarea. Cara pengambilan sampel pada penelitian adalah dengan menggunakan tehnik accidental sampling Hasil: Hasil analisis uji univariat Lebih sebagian responden 30 orang (63,8%) pelaksanaan mobilisasi dini baik, Hampir sebagian responden 21 orang (44,7%) memiliki pengetahuan baik, Sebagian responden 25 orang (53,2%) memiliki tingkat sedang, Sebagian responden 24 orang (51,1%) memiliki kecemasan normal, Lebih sebagian responden 27 orang (57,4%) memiliki motivasi baik). Analisis Bivariat hubungan tingkat nyeri, pengetahuan, kecemasan dan motivasi dengan Mobilisasi Dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Kesimpulan: pelaksanaan mobilisasi dini dapat dipengaruhi oleh tingkat nnyeri, pengetahuan dan motivasi.

References

Alfarisi W. Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Bedah Mayor Elektif di Ruang Nyi Ageng Serang Rsud Sekarwangi. J Heal Soc. 2021;10(1):56–66.

Ivan Saputra D, Dwi Prajayanti E, Widodo P, Surakarta A, Pandan Arang Boyolali R. Penerapan Mobilisasi Dini Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Di RSUD Pandan Arang Boyolali. J Ilm Kesehat Mandira Cendikia [Internet]. 2023;2(8):211–8. Available from: https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/430

WHO. Global initiatives for emergency and essential surgical care. Geneva. 2021.

Kemenkes RI. Pelatihan Penatalaksanaan Keperawatan Perioperatif bagi Perawat Kamar Bedah Angkatan 12. LmsKemkes. 2025;5:637–44.

Metasari, Sianipar. Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Nyeri Post SC. J Ilm Kesehat. 2018;10(1).

Wayan Sumberjaya I, Made Mertha I, Studi PS, STIKES Bina Usada Bali K, Kesehatan Kemenkes Denpasar Denpasar P. Mobilitas Dini Dan Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Post Operasi Trup Beningn Prostat Hyperplapsia. 13.

Ainnur Rahmanti, Iqbal Wisnu P, Indri Pratiwi. Penerapan Mobilisasi Dini Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Pada Pasien Pasca Operasi Di RS TK III Bhakti Wira Tamtama Semarang. J Ilm Kedokt dan Kesehat. 2022;1(3):239–49.

Ristanti Agustina. the Corelation of Knowledge With Early Mobilization of Post Sectio Caesarea Patients in. Ejournal Umpri. 2023;1(1):47–54.

AZ R, Tarwiyah T, Maulani M. Pengaruh Teknik Relaksasi Genggam Terhadap Skala Nyeri Pasien Post Operasi. JINTAN J Ilmu Keperawatan. 2022;2(1):27–32.

Arif M, Yuhelmi, Demur DRDN. Pelaksanaan Mobilisasi Dini Berpengaruh terhadap Proses Penyembuhan Luka Pasien Post Laparatomi. Pros Semin Kesehat Perintis [Internet]. 2021;4(2):24–9. Available from: https://jurnal.upertis.ac.id/index.php/PSKP/article/view/716

Kumalasari. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah 1. PT. Sonpedia Publishing Indonesia; 2024.

Suriya, M. & Z. Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Pada Sistem Muskuloskeletal. Sumatera Barat: Pustaka Galeri; 2019.

Downloads

Published

2026-04-30